Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu

Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu – Crypto Lending atau utang kripto menjadi sorotan para trader koin kripto dikarenakan potensi cuannya memadai besar. Konsep yang digunakan memang memadai sederhana, di mana trader bisa mengakses sejumlah utang koin kripto bersama dengan jaminan (collateral) yang telah disyaratkan.

Sayangnya, senantiasa banyak yang salah kaprah berpikiran Crypto Lending sebagai alternatif utang online untuk mendapat dana segar. Itulah pro kontra utang kripto yang memang kudu dipelajari.

Perlu digarisbawahi, utang kripto bukanlah solusi paling baik untuk mendapat dana segar, dikarenakan peminjam kudu buat persiapan jaminan yang nilai valuasinya apalagi bisa raih dua kali lipat berasal dari kuantitas pinjaman.

Cuan Pinjaman Kripto Sebenarnya Buat Siapa?

Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu
Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu

Skema baru di dunia kripto ini banyak diakui sebagai salah satu alternatif pinjol, dikarenakan iming-imingnya untuk mendapat dana segar bersama dengan proses instan. Padahal di dalam praktek nyatanya, umumnya platform utang kripto bisa mensyaratkan rasio LTV (Loan To Value) tidak cukup lebih 50%.

Contoh, si Budi menghendaki meminjam koin ETH bersama dengan jaminan koin BTC. Dengan LTV 50%, Budi bisa meminjam koin ETH senilai 100 USD bersama dengan menjaminkan koin BTC snilai $200 ( LTV 0.5 = ETH 100USD/ BTC 200USD).

Dengan kata lain, kalau syarat rasio LTV umumnya adalah 50%, maka nilai keseluruhan jaminan kudu paling tidak dua kali lipat besarnya berasal dari kuantitas koin yang dipinjam.

Syarat jaminan setinggi itu memang diakui lumrah oleh platform utang kripto, dikarenakan bersama dengan nilai jaminan lebih besar, barangkali peminjam gagal bayar bisa diminimalisir.

Nah, sementara ini pertanyaannya, bersama dengan jaminan sebesar itu, di mana sisi keuntungannya meminjam aset kripto lewat platform Crypto Lending?

Rata-rata pengguna jasa utang kripto adalah Day Trader yang menghendaki meminjam koin lain tanpa kudu menjual aset yang telah dimilikinya. Hal ini terdengar aneh, tetapi lumrah di kalangan Day Trader dikarenakan volatilitas aset kripto yang tinggi.

Misalnya si A telah mempunyai sejumlah BTC tetapi menghendaki mempunyai koin kripto lain. Si A tidak menghendaki menjual BTC dikarenakan harganya relatif lebih stabil daripada koin kripto lain, dikarenakan itu dia memanfaatkan platform utang kripto untuk menjaminkan sejumlah BTC-nya bersama dengan tujuan mendapat koin kripto lain yang sementara ini lebih menjanjikan.

Supaya lebih jelas, tersebut adalah poin-poin mutlak terlalu berlebih utang kripto:

Dari Sisi Debitur Alias Peminjam

  • Proses cepat (hampir instan). Dari proses aplikasi hingga transfer utang ke e-wallet umumnya hanya bisa memakan sementara di bawah 1 jam.
  • Akses untuk siapa saja selama 24 jam penuh. Siapa pun bisa mengakses platform Crypto Lending selama mereka mempunyai jaminan (Collateral), kapan saja mereka inginkan.
  • Fleksibel. Pengguna bisa menentukan sendiri jaman tenor dan besarnya LTV untuk menyesuaikan kemampuan finansial masing-masing.

Dari Sisi Kreditur Alias Pemberi Pinjaman

  • Mendapat Passive Income. Kreditur bisa menikmati imbal hasil berasal dari sejumlah utang secara otomatis dan berkala.
  • Risiko gagal bayar amat kecil. Dengan syarat LTV yang memadai ketat, nyaris bisa dipastikan risiko gagal bayar bisa jarang terjadi.

Hindari Pinjaman Kripto Jika Belum Siap Risiko

Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu
Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Wajib Anda Tahu

Bagi pengguna yang senantiasa awam, ada baiknya untuk hindari utang kripto dikarenakan risikonya memadai besar bagi debitur. Apalagi, volatilitas pasar kripto yang tinggi dan syarat peminjaman yang kalau tidak di cek secara hati-hati justru bisa merugikan.

Syarat LTV jangan sekali-kali diakui enteng. Cek bersama dengan seksama di level berapa saja LTV bisa jalankan likuidasi paksa. Biasanya, platform utang kripto bisa mengimbuhkan 3 level LTV, yaitu:

  • LTV Inisial, yakni level LTV awal di mana utang diberikan.
  • LTV Margin Call, adalah level LTV di mana proses bisa mengirimkan peringatan untuk menambah kuantitas jaminan sehingga rasio LTV bergerak lagi ke level safe (awal).
  • LTV Force Liquidation, yakni level LTV di mana proses secara otomatis bisa melikuidasi jaminan ke pasar kripto. Pengguna bisa kehilangan akses terhadap jaminan tersebut dan bisa mendapat kompensasi cocok kebijakan platform.

Untuk hindari likuidasi paksa, sebaiknya pengguna melacak pemberi utang bersama dengan LTV inisial di atas 50% (misalnya jaminan BTC mempunyai umumnya LTV 65%). Semakin tinggi LTV inisial, jadi rendah risiko terkena likuidasi paksa.

Begitu LTV menyentuh Margin Call, memperhitungkan untuk langsung berkhayal kiat menambah jaminan sekaligus cara membayar utang secepat barangkali sehingga tak terjadi likuidasi paksa.

Kesimpulannya, tak direkomendasi bagi pemula untuk coba memanfaatkan utang kripto. Kalau amat penasaran, konsultasikan dulu bersama dengan pengguna-pengguna lain yang telah lebih pakar dan dulu coba fasilitas ini. Agara risiko jadi minim, pengguna terhitung kudu perhatikan kualitas platform utang kripto berasal dari sisi keamanan dan layanannya.

Leave a Comment